
BPSDMKalteng – Palangka Raya – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Tengah kembali menggelar Orientasi Pengembangan Kompetensi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Angkatan V Tahun 2025. Acara ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Jumat, (28/02/25).
Dalam pembukaan resmi yang berlangsung pada hari ini, Kepala BPSDM Kalimantan Tengah, Rahmawati, hadir mewakili Gubernur Kalimantan Tengah untuk memberikan arahan kepada para peserta. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa orientasi ini merupakan tahapan penting bagi PPPK sebelum melaksanakan tugasnya secara penuh di instansi masing-masing. “Pembekalan ini bertujuan agar para PPPK memiliki pemahaman yang mendalam mengenai tugas, tanggung jawab, serta etika kerja sebagai aparatur pemerintahan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh pegawai yang telah bergabung dapat bekerja secara profesional dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Rahmawati juga menyampaikan pesan dari Gubernur Kalimantan Tengah yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam mendukung pelayanan publik yang optimal. “Pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas pegawai melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan. PPPK memiliki peran strategis dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif dan melayani dengan baik. Oleh karena itu, manfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan dan keterampilan,” katanya.

Orientasi Pengembangan Kompetensi PPPK Angkatan V ini menghadirkan narasumber dari berbagai bidang yang memberikan materi terkait sistem pemerintahan, regulasi kepegawaian, kode etik ASN, serta penguatan kompetensi teknis sesuai dengan bidang kerja masing-masing. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan wawasan kebangsaan serta pembekalan mengenai nilai-nilai dasar ASN, seperti integritas, nasionalisme, dan akuntabilitas.
Meskipun dilaksanakan secara daring, metode pembelajaran tetap dirancang agar interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, serta simulasi kasus yang relevan dengan tugas para PPPK. Para peserta juga diberikan akses ke materi pembelajaran digital yang dapat diakses kapan saja guna mendukung pemahaman yang lebih mendalam.
Salah satu peserta dari Kabupaten Pulang Pisau mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat membantu dalam memahami tugas dan tanggung jawab sebagai PPPK. “Materi yang disampaikan sangat jelas dan aplikatif. Meskipun secara daring, kami tetap bisa berdiskusi dengan narasumber dan rekan-rekan peserta lainnya. Ini sangat membantu dalam persiapan kami untuk bekerja di instansi masing-masing,” ujarnya.
Kepala BPSDM Kalimantan Tengah, Rahmawati, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan inovasi dalam sistem pembelajaran daring agar lebih efektif dan mudah dipahami oleh peserta. “Kami berkomitmen untuk memastikan setiap PPPK memiliki pemahaman yang kuat sebelum mereka terjun langsung dalam menjalankan tugasnya. Dengan berbagai metode pembelajaran yang kami terapkan, kami berharap peserta dapat menyerap ilmu dengan baik dan menerapkannya di tempat kerja masing-masing,” katanya.

Lebih lanjut, Rahmawati menambahkan bahwa program orientasi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi pegawai guna menciptakan birokrasi yang semakin profesional, efektif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. “Kami ingin membangun budaya kerja yang produktif dan berintegritas di lingkungan ASN. Oleh karena itu, PPPK harus terus belajar, mengembangkan keterampilan, serta menjaga komitmen dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan publik,” tambahnya.
Dengan terlaksananya orientasi ini, diharapkan seluruh PPPK Angkatan V Tahun 2025 dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik di Kalimantan Tengah. BPSDM akan terus mengawal dan membina PPPK agar dapat bekerja dengan optimal dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah serta masyarakat.
