
BPSDMKalteng – Palangka Raya – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Tengah kembali melaksanakan program pengembangan kompetensi aparatur melalui Pelatihan Penjenjangan Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Ahli Madya Tahun 2025, yang resmi dibuka di Kelas Karamunting, BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah. Kamis, (28/08/25).
Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Sekretaris BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah, Rohaidah, yang mewakili Kepala BPSDM. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur di bidang pengadaan barang/jasa.
“Pelatihan penjenjangan ini merupakan langkah nyata dalam menyiapkan aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan pengadaan barang/jasa di era birokrasi modern. Kompetensi PBJ bukan hanya tentang teknis administrasi, tetapi juga menyangkut transparansi dan akuntabilitas dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, laporan kegiatan disampaikan oleh Kepala Bidang PKTI, Isna Mariany, yang menjelaskan detail penyelenggaraan dan tujuan pelatihan. Ia menyebutkan bahwa peserta berasal dari berbagai instansi baik di provinsi maupun kabupaten/kota, yang merupakan pejabat manajerial maupun nonmanajerial.
“Melalui pelatihan ini, peserta akan dibekali materi yang dirancang sesuai kebutuhan jabatan fungsional Pengelola PBJ Ahli Madya. Kami berharap para peserta tidak hanya memahami substansi teknis, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh untuk mendukung pembangunan daerah secara efektif dan berkelanjutan,” jelas Isna.
Pelatihan ini menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kapasitas aparatur di bidang pengadaan barang/jasa yang semakin kompleks. Dengan adanya pembekalan kompetensi ini, ASN diharapkan mampu mengelola proses pengadaan secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah.

Melalui kegiatan yang berlangsung secara intensif ini, BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan kembali perannya sebagai pusat pengembangan kompetensi aparatur. Diharapkan, para peserta pelatihan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mendukung tercapainya visi pembangunan Kalimantan Tengah yang lebih maju, bermartabat, dan berdaya saing.

