
BPSDMKalteng – Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar kegiatan Car Free Night bertajuk Huma Betang Night di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya. Kegiatan yang juga dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-78 Bhayangkara ini menjadi ajang pelestarian budaya lokal sekaligus media pembinaan karakter ASN. Suasana semakin semarak dengan penampilan tarian tradisional, atraksi pencak silat, persembahan dari band lokal Kalimantan Tengah, serta penampilan spesial dari Wali Band yang sukses menarik antusiasme tinggi dari ASN dan masyarakat yang memadati lokasi acara. Sabtu, (05/07/25).
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Tengah, Nunu Andriani, bersama jajaran pejabat dan staf BPSDM. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan aktif terhadap penguatan nilai-nilai budaya lokal dalam pembangunan karakter ASN, khususnya dalam menanamkan filosofi Huma Betang sebagai pedoman dalam kehidupan sosial dan pemerintahan.

Seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terlibat aktif dengan mengerahkan ASN dan pegawai kontrak masing-masing. Para peserta hadir dengan pakaian bebas rapi dan mengikuti acara sejak pukul 18.30 WIB. Kehadiran mereka didokumentasikan melalui daftar hadir dan swafoto sebagai bentuk pelaporan kehadiran dan pertanggungjawaban kepegawaian yang terintegrasi dalam sistem pembinaan aparatur.
Huma Betang Night bukan hanya menghadirkan hiburan, namun juga menjadi ruang pembelajaran budaya yang membumikan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan keadilan sosial yang terkandung dalam filosofi Huma Betang. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kalimantan Tengah yang menjunjung tinggi kearifan lokal sebagai kekuatan dalam memperkuat integritas dan semangat gotong royong ASN.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda berkelanjutan dalam upaya membentuk ASN yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kepedulian budaya, dan semangat pelayanan yang berakar pada identitas daerah. Huma Betang Night menjadi contoh konkret sinergi antara budaya, pemerintahan, dan masyarakat dalam satu panggung yang utuh.


