BPSDMKalteng – Jakarta – Dalam upaya meningkatkan mutu penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan kegiatan koordinasi dan konsultasi ke Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) di Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan BPSDM Kalimantan Tengah dalam penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS), Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II (PKN II), serta untuk memperkuat proses akreditasi Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP). Kamis, (17/04/25).
Kunjungan ini dipimpin oleh Sekretaris BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah, Rohaidah, yang mewakili Kepala BPSDM. Ia hadir bersama tim yang terdiri dari sejumlah pejabat struktural dan fungsional di lingkungan BPSDM. Rombongan diterima langsung oleh jajaran pejabat dari LAN RI yang membidangi pelatihan ASN dan pengelolaan akreditasi lembaga pelatihan.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor LAN RI, kedua belah pihak berdiskusi intensif mengenai berbagai aspek teknis dan regulatif yang menjadi dasar dalam penyelenggaraan pelatihan ASN. LAN RI menyampaikan informasi terkini mengenai kebijakan dan regulasi terbaru, termasuk penyesuaian kurikulum Latsar CPNS dan PKN II yang berbasis pada kebutuhan kompetensi jabatan, serta prosedur akreditasi PKP yang menekankan pentingnya pemenuhan standar mutu lembaga pelatihan.
Sekretaris BPSDM, Rohaidah, mewakili Kepala Badan menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan langkah strategis bagi BPSDM Kalimantan Tengah dalam memastikan bahwa pelaksanaan pelatihan di tahun mendatang dapat berjalan secara optimal dan sesuai dengan ketentuan nasional. Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjadikan BPSDM sebagai lembaga pelatihan yang kredibel dan mampu menghasilkan ASN yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing.
“Kami datang ke LAN RI untuk memastikan bahwa seluruh mekanisme dan standar pelatihan yang akan kami laksanakan ke depan betul-betul selaras dengan regulasi pusat. Ini bagian dari upaya kami menjaga kualitas dan akuntabilitas lembaga,” ujar Rohaidah. “BPSDM Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus berkembang sebagai lembaga pelatihan yang profesional dan adaptif, serta mampu mencetak ASN yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas tinggi.” ujarnya.
Selain membahas teknis pelatihan, LAN RI juga memberikan pendampingan terkait pemenuhan dokumen dan prasyarat akreditasi PKP. Penekanan diberikan pada pentingnya peran Widyaiswara yang tersertifikasi, tersedianya sarana dan prasarana pendukung pelatihan, serta sistem evaluasi dan pelaporan yang akuntabel.
Dari hasil konsultasi ini, BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah memperoleh sejumlah arahan yang akan dijadikan acuan dalam penyusunan rencana kerja pelatihan tahun 2025. Beberapa poin penting yang akan segera ditindaklanjuti meliputi penyusunan jadwal pelatihan berbasis kebutuhan daerah, pemetaan ulang kapasitas lembaga, serta penyusunan dokumen akreditasi sesuai standar yang ditetapkan oleh LAN.
Dengan adanya kegiatan koordinasi ini, BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah berharap dapat memperkuat sinergi kelembagaan dengan LAN RI sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pelatihan bagi ASN di lingkungan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota. Rohaidah menambahkan bahwa pihaknya akan terus membangun komunikasi aktif dengan LAN dan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar seluruh proses pengembangan SDM aparatur di Kalimantan Tengah dapat berjalan selaras dengan visi reformasi birokrasi nasional.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah dalam menghadirkan pelayanan pelatihan yang berstandar nasional, berkelanjutan, dan berorientasi pada hasil, demi mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
