BPSDMKalteng – Palangka Raya – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Tengah kembali melaksanakan Orientasi Pengembangan Kompetensi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Angkatan II Tahun 2025. Acara ini dibuka secara resmi melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah. Rabu, (19/02/25).

Dalam acara pembukaan, Kepala BPSDM Kalimantan Tengah, Rahmawati, hadir mewakili Gubernur Kalimantan Tengah. Dalam sambutannya, Rahmawati menekankan pentingnya orientasi ini sebagai langkah awal bagi PPPK untuk memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam birokrasi pemerintahan. “Orientasi ini bukan hanya sebagai syarat administratif, tetapi juga sebagai upaya peningkatan kompetensi pegawai agar dapat menjalankan tugasnya dengan profesional dan berintegritas,” ujarnya.
Rahmawati juga menyampaikan pesan dari Gubernur Kalimantan Tengah yang menekankan bahwa PPPK memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah. “Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan dan pembinaan. Kami berharap PPPK dapat menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Orientasi ini menghadirkan narasumber dari berbagai bidang yang memberikan materi terkait regulasi kepegawaian, etika dan disiplin ASN, sistem pemerintahan, serta kompetensi teknis sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Selain itu, peserta juga dibekali dengan wawasan kebangsaan serta nilai-nilai dasar ASN, seperti integritas, nasionalisme, dan akuntabilitas.
Meskipun dilaksanakan secara daring, para peserta tetap antusias dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran. Mereka diberikan akses ke materi digital serta kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya langsung kepada narasumber. Salah satu peserta dari Kabupaten Kapuas mengungkapkan bahwa orientasi ini sangat membantu dalam memahami tugas dan tanggung jawab sebagai PPPK. “Materi yang disampaikan sangat jelas dan interaktif. Saya merasa lebih siap untuk bekerja dan melayani masyarakat setelah mengikuti pelatihan ini,” ujarnya.

BPSDM Kalimantan Tengah memastikan bahwa seluruh materi dalam orientasi ini disampaikan secara efektif melalui metode pembelajaran yang menarik, termasuk diskusi, studi kasus, dan evaluasi berkala. Rahmawati menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan inovasi dalam sistem pembelajaran daring agar lebih optimal dan mudah dipahami oleh peserta. Dengan terselenggaranya orientasi ini, diharapkan seluruh PPPK Angkatan II Tahun 2025 dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam tugas sehari-hari. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui BPSDM berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas pegawai guna menciptakan birokrasi yang profesional, efektif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
